Senin, 08 September 2014

XAUUSD, AUSUSD, dan EURUSD hari ini

pasar XAUUSD belum bergerak signifkan, posisi jual (sell) masih dipertahankan sambil menunggu closing market hari ini.















sedangkan untuk AUUSD menunggu sinyal inside bar sampai closing pasar hari ini. pasar masih bergerak dalam range, jika break out ke atas tunggu reversal untuk posisi buy.














untuk pasar EURUSD akan ada kecenderungan market reversal, melihat terbentuknya inside bar dengan mother bar yang cukup panjang, jika hari market hari ini closing membentuk fakey setup berpeluang untuk mengambil posisi buy dengan kondisi counter trend, atau untuk lebih amannya tunggu sampai menyentuh EMA 13 lalu mengambil posisi sell sesuai trend.


Sabtu, 06 September 2014

tulisan Roni Yuzirman : ReSOULusi Sederhana, Mulai dari Rumah

Kebutuhan akan space (ruangan) di rumah selalu bertambah. Seiring dengan bertambahnya barang-barang di rumah. Mulai dari buku, majalah, pakaian, gadget dan kabel-kabelnya. Itu baru bagian saya. Belum lagi bagiannya istri dan anak-anak.
Beberapa tahun lalu, saya selalu berpikir untuk menambah ruangan, menambah rak atau lemari, seiring dengan bertambahnya barang koleksi saya. Bayangkan, koleksi buku saya sampai menjajah lemari dapur.
Sekarang saya tidak butuh tambahan ruangan atau lemari lagi. Apalagi setelah belajar dan mempraktekkan gaya hidup minimalis.
Salah satu caranya adalah, tinggalkan yang penting saja dan singkirkan sisanya. Saya juga menggunakan metode “garbage in garbage out”, artinya barang yang masuk harus seimbang dengan barang yang keluar. Misalnya, saya beli 2 baju, harus diimbangi dengan mengeluarkan 2 baju dari lemari untuk disumbangkan atau diberikan kepada orang lain. Biar tidak terjadi penumpukan.
Awal tahun 2013 saya bertekad untuk tidak lagi membeli buku, koran atau majalah cetakan dan pindah semuanya ke digital. Alhamdulillah, target itu tercapai kira-kira 90 persenan. Sekarang relatif tidak ada lagi tumpukan buku, majalah atau koran di rumah. Rumah saya menjadi “clutter free”.
Resolusi tahunan saya tidak muluk-muluk. Menciptakan rumah yang nyaman dan bebas tumpukan barang adalah hal sederhana, tapi dampaknya saya rasakan tidak sederhana. Rumah jadi bersih, ringan dan lapang. Mudah-mudahan hidup juga demikian.

tulisan Roni Yuzirman : Flappy Bird, Ide Simple yang Dahsyat

Game Flappy Bird ternyata menghasilkan cash flow 600 jutaan per hari. Wow. Padahal hanya dikerjakan oleh satu orang anak muda dari Vietnam. Berbagai review pun menilai game ini jelek dan amatiran.
Kenapa game ini begitu digemari?
Saya tidak tahu. Saya bukan penggemar atau pengamat game.
Yang saya tahu, game ini sangat sangat simple. Idenya simple, programingnya simple, disainnya simple (buruk bahkan). Tapi justru orang sedunia menggilainya.
Idenya simple itu kadang tidak terlihat oleh orang kebanyakan. Orang kebanyakan berpikirnya kompleks, bekerjanya juga kompleks.
Coba perhatikan produk-produk Apple. Semuanya serba simple. Bayangkan, Apple hanya dengan 4 produk dengan 2-3 pilihan warna bisa menjadi perusahaan bernilai tertinggi di dunia. Bandingkan dengan Samsung yang ngos-ngosan mengejarnya dengan jumlah produk yang tak terhitung variannya. Samsung sangat kompleks.
Disain produk-produk Apple pun demikian. Sangat simple. Perhatikan disain iPhone itu, hanya ada 1 tombol dan tanpa logo Apple sama sekali di depannya.
Orang yang berpikir kompleks selalu berpikir untuk menambah. More, more, more adalah kredonya. Kebalikannya, orang yang berpikir simple selalu berpikir untuk mengurangi. Less, less, less. Kalau 1 tombol saja cukup, buat apa disediakan 3 tombol?
I believe in the power of less. Less is more.

tulisan Roni Yuzirman : Beli Rumah atau Mobil Dulu?



Demikian pertanyaan dari akun Twitter @SafirSenduk, seorang perencana keuangan ternama.
Tergelitik untuk menjawab, saya pun menjawabnya seperti ini: “Beli toko/ruko dulu, karena itulah yang menghasilkan uang/cash flow”.
Sesungguhnya, saya tidak tahu konteks pertanyaan itu. Jadi saya jawab dengan konteks versi saya yang seorang wirausaha.
Orang tua saya selalu berpesan, kalau punya duit jangan beli rumah dulu, tapi belilah toko, karena toko adalah tampek batagakatau tempat berdiri. Maksudnya, toko adalah tempat sumber penghasilan alias cash flow istilahnya Robert Kiyosaki.
Nasehat itu saya ikuti sampai sekarang. Ketika punya rezeki, ruko tempat usaha dululah yang saya beli. Setelah usaha mantap barulah kemudian membeli rumah atau kendaraan.
Saat berdiskusi dengan beberapa teman kemarin, hal ini juga saya ceritakan. Sebagian dari mereka cukup surprise dengan pernyataan saya ini. Secara umum sebagian besar kita cenderung kalau punya uang pasti membeli rumah atau kendaraan dulu.
Beberapa hari lalu saya main ke Pondok Indah Mall dan menemukan sebuah toko baju anak yang baru dibuka dengan disain yang cukup keren.
Setelah berbicara dengan SPG akhirnya saya tahu bahwa pemiliknya adalah mantan tetangga saya waktu ngontrak di Kemandoran dulu.
Dari kartu namanya tertera jumlah tokonya sudah mencapai 5 cabang. Hebat juga. Sewa toko di PIM itu tidak murah. Sekitar 200 jutaan setahun. Artinya, cash flow bisnis mantan tetangga saya ini sudah cukup kuat untuk meng-cover biaya itu.
Yang membuat saya surprise adalah ia masih tinggal di tempat yang sama. Ya, masih mengontrak. Padahal dari segi hitungan bisnis, ia sudah cukup mantap untuk memiliki rumah sendiri.
Saya pikir, ia punya pertimbangan yang sama dengan saya. Ia harus memantapkan tampek batagak dulu sebelum membeli rumah yang menurut Kiyosaki adalah liability (tidak menghasilkan uang, malah menyedot uang kita tiap bulan).
Pilihan yang smart. Ini sebuah bentuk dari kecerdasan finansial.
Bagaimana dengan anda?
Apa prioritas anda, beli oko/ruko, rumah atau mobil dulu?

Jumat, 05 September 2014

XAUUSD hari ini

harga bergerak turun setelah konsolidasi pada akhir minggu kemaren dengan membentuk pola inside bar, tinggal menunggu profit taking untuk posisi sell XAUUSD@1281.92. good luck

EURUSD hari ini

Eur melemah berlanjut  terhadap usdollar hari ini kemungkinan menuju level 1.2752, secara teknikal, tunggu retrace ke level resistant 1.3080 untuk mengambil posisi jual (sell).

Kamis, 04 September 2014

Selasa, 02 September 2014

Salah Kaprah Konsep Passion dalam Karir

Salah Kaprah Konsep Passion dalam Karir


Bisa berkarir di bidang yang disukai (apalagi dicintai) pastilah didambakan oleh setiap orang. Bagaimana tidak? Selain kita bisa selalu semangat karena melakukan pekerjaan yang kita cintai, kita juga dibayar atas apa yang kita kerjakan tersebut, menarik bukan?

Namun, banyak juga orang yang menganggap bahwa konsep passion adalah sebuah konsep yang mewah, luxury talk gitu deh, hanya bisa dikerjakan oleh orang – orang tertentu saja. Terlebih apabila kita sedang kepepet dengan masalah finansial, kita akan memilih yang penting dapat kerja dulu, baru menghasilkan duit.
Dalam perjalanan menangani konsultasi dan banyak membantu percepatan karir klien, saya menemukan ada beberapa titik kesalahpahaman tentang konsep passion tersebut. Di mana letak kesalahpahamannya?
Kesalahpahaman Nomor 1: Passion Berlaku Satu Arah
Ini adalah kesalahpahaman paling sering terjadi, di mana orang menganggap bahwa apa yang namanya passion itu adalah ‘apa yang kita suka’, dan karir yang harus menyesuaikan hal tersebut. Bahasa kerennya adalah do what you love, di mana carilah pekerjaan yang memang benar – benar kita sukai. Nah, menariknya di sini adalah ternyata ada satu gandengan yang terlupa dari kredo tersebut, yaitu love what you do, sehingga lengkapnya menjadi do what you love or love what you do. Jadi, kalau sekarang Anda sedang berkarir dan menurut hal tersebut tidak cocok karena bukan passion, coba resapi dulu karir Anda karena siapa tahu hal tersebut bisa menemukan cinta di kemudian hari. Ya,passion itu bisa terjadi secara dua arah, dari dalam diri kita atau justru kita mendapatkan passion itu dari keseharian yang kita lakukan.
Kesalahpahaman Nomor 2: Passion itu Sesuatu yang Gue Suka (doang)
Konsep passion dalam karir menjadi suatu hal yang tidak bisa diterapkan apabila kita hanya berpikir bahwa passion hanyalah sebatas suatu hal yang kita sukai. Tidak lebih. Padahal, ada ‘makna tersembunyi’ di balik passion tersebut. Passion mengandung 3 makna sekaligus, yaitu sesuatu yang kita suka mengerjakannya (enjoy), sesuatu yang membuat kita merasa berdaya (empower) dan berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik kita, dan yang terakhir membuat kita merasa bermakna (meningful) saat mengerjakannya. Apabila kita mampu untuk mengoptimalkan ketiga titik ini, maka berdasarkan pengalaman, keuntungan finansial yang kemudian akan mengikuti kita – apapun pekerjaan yang sedang kita geluti.
Kesalahpahaman Nomor 3: Passion is About Thinking
Orang yang termakan dengan pekerjaan ‘asik’ sesuai dengan passion akan terus-menerus berpikir tentang apa passion dia sebenarnya. Hal ini akan membuat orang menjadi kontra produktif karena terus melakukan passion discovery yang tidak ada habisnya. Pada saat passion itu sudah ketemu dan dicoba dalam karir, saat ditemukan kejadian yang tidak mengenakkan, maka mereka akan berdalih lalu berpikir untuk mencari passion lainnya.
Passion is not about thinking, its about how you feel it, menurut saya tidak perlu passion itu terlalu banyak dipikirkan namun yang penting itu dirasakan. Bagaimana cara merasakan passion dalam karir? Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, di mana passion dapat memberikan kesenangan (enjoy), memberdayakan (empower), dan membuat Anda bermakna (meaningful). Tidak ada orang lain yang bisa memberikan saran apa passion Anda, karena hanya Anda yang bisa merasakannya.
Kesalahpahaman Nomor 4: Menemukan Passion itu Sulit
Menemukan passion itu sulit, bisa jadi benar, bisa jadi juga tidak. Namun, yang saya tahu, banyak orang yang passionate dalam pekerjaan mereka karena mereka tidak capek berpikir tentang apa sebenarnya passion mereka. Tahu apa yang mereka lakukan? Mereka hanya bersyukur bahwa hari ini mereka diberikan kesempatan untuk hidup. Mereka bersyukur bahwa hari ini diberikan kesempatan untuk bekerja dan berkarya. Mereka bersyukur bahwa hari ini mereka masih diberikan kesempatan untuk memanfaatkan waktu mereka dengan baik. Siapa yang memiliki hal ini, maka di saat itu pula pasti mereka menemukan apa passion mereka: bersyukur atas apa yang mereka dapatkan dengan memberikan yang terbaik di mana pun mereka ditempatkan.
Semoga tulisan singkat ini dapat menjadi pencerah hari – hari Anda dalam bekerja, dan menjadi pendorong karir Anda agar dapat lebih baik dari sebelumnya.